Sistem Informasi Pendukung Manajemen

  • Beberapa Jenis Sistem Informasi menurut fungsi dalam mendukung manajemen :

Mendukung Proses dan Aplikasi Bisnis

Contoh: kebanyakan toko ritel menggunakan sistem informasi berbasis komputer untuk membantu mereka mencatat pembelian pelanggan, menelusuri persediaan, membayar pegawai, membeli barang, serta untuk mengevaluasi tren penjualan.

Mendukung pengambilan keputusan

SI membantu para manajer dan praktisi bisnis untuk membuat keputusan yang lebih baik.

Contohnya: keputusan mengenai barang apa yang perlu ditambah atau dihentikan, atau mengenai jenis investasi apa yang mereka butuhkan, setelah dilakukan analasis dengan menggunakan SI berbasis komputer.

Mendukung keunggulan kompetitif.

Mendapatkan kelebihan strategis atas para pesaing membutuhkan penggunaan yang inovatif atas TI.

Contoh: penyediaan informasi dengan layar sentuh, dan membangun sistem belanja online.

  • Ada 4 (empat) faktor yang mempengaruhi konteks pemilihan alternatif-alternatif investasi teknologi informasi yang dapat dilihat yaitu:

Faktor Strategic IS Architecture, mengevaluasi tingkat keselarasan suatu proyek dengan seluruh strategi sistem informasi yang tercermin dalam blueprint (cetak biru rencana Sistem Informasi).

Faktor Definitional Uncertainty, menganalisa tingkat kompleksitas dari suatu area, kemungkinan perubahan-perubahannya dan spesifikasi suatu pekerjaan dapat diketahui.

Faktor Technical Uncertainty, menilai tingkat ketergantungan pada resiko kemampuan mengambil alih bidang pengetahuan, ketergantungan pada perangkat keras spesifik, ketergantungan pada kemampuan perangkat lunak dan kemampuan pengembangan aplikasi perangkat lunak.

Faktor IS Infrastructure Risk, adalah untuk mengevaluasi tingkat investasi non-proyek yang merupakan resiko dalam mengakomodasi proyek guna menghindari terjadinya penambahan biaya infrastruktur.

  • Tren yang terjadi dalam pengembangan dan penggunaan jenis utama dari system computer

Trend Manajemen Data

  • Di tinjau dari Segi Teknik Manajemen; File management dan organization hanya untuk satu aplikasi tertentu dan untuk beberapa aplikasi dibuatkan corporate data files (diperlukan database sistems)
  • Ditinjau dari Segi Pengelolaan Data; Terjadi pergeseran model pengolahan data, yang tadinya dilakukan secara tersentralisasi (terpusat) kini menjadi pengolahan data terdesentralisasi atau pengolahan terdistribusi. Artinya setiap komputer yang terhubung pada jaringan dapat melakukan pengolahan data sesuai dengan kebutuhan masing-masing.
  • Ditinjau dari Segi Asal Data; Berdasarkan asal data yang akan diolah, yang kebanyakan berasala dari Data Internal  kini bergeser dengan melibatkan Data Eksternal .
  • Ditinjau dari Segi Jenis Data; Pengolahan data dilakukan berdasarkan data yang dikumpulkan sehingga menghasilkan informasi. Dengan perkataan lain, yang dulunya hanya melakukan pertukaran data antar organisasi atau unit organisasi, terus meningkat menjadi pertukaran informasi (yang merupakan hasil pengolahan dari data). Selanjutnya bergerak menjadi pengolahan yang berbasis ilmu pengetahuan atau sistem pakar (knowledge sistems atau expert sistems) sehingga akan menjadi intellectual capital.

Trend Komunikasi

Ditinjau dari Luas Cakupan; Penyebaran dan sumber informasi yang diolah dimanfaatkan dan berasal lingkungan internal organisasi (bersifat Internal organization). Hal tersebut terus mengalami pergeseran ke arah antar organisasi (bersifat Inter organization). Sehingga konsep pengembangan sistem informasi akan berbasis komunikasi selain berbasis komputer (Communication-based information sistem).

Ditinjau dari Infrastruktur; Adapun infrastruktur yang digunakan akan bergerak dari berbentuk Mainframe kearah infrastruktur berbasis Network.

Ditinjau dari Pemanfaatan Teknologi; Dengan terus berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi maka penerapan sistem informasi berbasis komputer dan komunikasi (Information and Communication Technology – ICT) akan terus bergerak dari

  1. Konsep jaringan setempat (Local Area Network – LAN) kea rah Jaringan yang sangat luas  (Wide Area Network  – WAN). Dengan demikian aplikasi yang diterapkan akan berbasis web.
  2. Selain itu media komunikasi yang digunakan juga akan terus berubah, yang tadinya menggunakan media kabel (Cabling) kini bisa menggunakan media tanpa kabel (wireless).

Berawal dari komunikasi konvensional yang hanya memanfaatkan peralatan telekomunikasi saja (misalnya telepon, fax) kini bisa dikombinasikan dengan pemanfaatannya dengan menggunakan juga media Komputer sekaligus (misalnya e-mal, pertukaran data, dll) serta juga dengan penambahan peralatan lain yang ada komponen komputer / microprocessor (computer-based equipment)

Sistem operasi melakukan lima fungsi dasar dalam operasi sistem komputer : 

  • Menyediakan interface bagi pemakai; User interface adalah bagian dari sistem operasi yang menungkinkan kita berkomunikasi dengan sistem operasi agar dapat memasukkan program, mengakses file, dan menyelesaikan tugas lainnya. Tiga jenis utama dari interface bagi pemakai adalah: command-driven, menu-driven, dan graphical user interface.
  • Mengelola sumberdaya; Sistem operasi menggnakan berbagai jenis program pengelolaan sumber daya untuk mengelola hardware dan sumber daya jaringan dari sistem komputer, termasuk CPU, memori, alat penyimpanan sekunder, presesor telekomunikasi, dan peripheral input/output.
  • Mengelola tugas; Sistem operasi memberi setiap tugas sepotong waktu CPU dan menginterupsi operasi CPU untuk menggantikan tugas lainnya.
  1. Multitasking, yaitu kondisi beberapa tugas komputasi terjadi pada saat yang sama. Efisiensi dari multitasking tergantung pada kekuatan pemrosesan dari CPU dan memori  virtual serta kemampuan multitasking dari sistem operasi yang digunakan.
  2. Multitasking dapat berupa: Multiprogramming, suatu kondisi dimana CPU dapat memproses berbagai tugas dari beberapa program pada saat yang sama dan Time-sharing, kondisi dimana tugas komputasi dari beberapa pemakai dapat diproses pada saat yang bersamaan.
  • Mengelola file; Sistem operasi mengendalikan pembuatan, penghapusan, dan pengaksesan file dari data dan program. Pengelolaan file juga melibatkan penelusuran lokasi fisik dari berbagai file pada disk magnetis dan alat penyimpanan sekunder lainnya. Sistem operasi memelihara direktori informasi mengenai lokasi dan karakteristik berbagai file yang disimpan dalam alat penyimpanan sekunder sistem komputer.
  • Menyediakan layanan utilitas serta pendukung; Contoh sistem operasi adalah Microsoft Windows (MS-DOS, Windows 98, Windows 2000, Windows ME, Windows XP, Windows Vista, Windows 7), UNIX, Linux, Mac OS X.

Macam macam struktur database

  • Database Operasional

Database operasional menyimpan data terinci yang dibutuhkan untuk mendukung proses bisnis dan operasi dari suatu perusahaan. Database operasional juga disebut sebagai subject area database (SADB), database transaksi (transaction database), dan database produksi (production database). Contoh-contohnya adalah database pelanggan, database sumber daya manusia, database persediaan, dan database-database lainnya yang berisi data yang dihasilkan melalui operasi bisnis.

  • Database Terdistribusi

Database terdistribusi dapat berupa kopi dari database operasional atau analitis, database hipermedia atau diskusi, atau jenis database lainnya. Replikasi dan distribusi dari database dilakukan untuk meningkatkan kinerja database pada situs Web pemakai akhir. Memastikan bahwa data dalam database terdistribusi sebuah organisasi secara konsisten dan bersama-sama diperbarui, adalah tantangan utama dari manajemen database terdistribusi.

  • Database Eksternal

Database Eksternal adalah data yang dapat di akses secara gratis dari berbagai layanan komersial online, dan dengan atau tanpa biaya dari banyak sumber di World Wide Web. Data tersedia dalam bentuk statistik mengenai aktivitas ekonomi dan demografis dari bank statistik. Atau, Anda dapat melihat atau melakukan download berbagi abstraksi atau kopi lengkap dari ratusan surat kabar, majalah, newsletter, makalah penelitian, dan bahan lain yang dipublikasikan serta jurnal dari database bibliorafis dan teks penuh. Komponen-komponen sistem informasi berbasis Web yang meliputi penjelajah Web (Web browser), server, dan database.

  • Database Hipermedia

Pertumbuhan yang cepat dari situs Web di Internet dan intranet serta ekstranet perusahaan, telah secara dramatis meningkatkan penggunaan database dokumen hypertext dan hipermedia. Sebuah situs Web menyimpan informasi semacam ini dalam database hipermedia yang terdiri dari berbagai halaman hyperlink dari multimedia (teks, grafik, dan gambar fotografi,klip video, segmen audio, dan lainlain)002E

Empat bentuk utama dari konversi system :

  • Konversi langsung

Konversi ini dilakukan dengan cara menghentikan sistem lama dan menggantikannya dengan sistem baru. Cara ini merupakan yang paling berisiko, tetapi murah. Konversi langsung adalah pengimplementasian sistem baru dan pemutusan jembatan sistem lama, yang kadang-kadang disebut pendekatan cold turkey. Apabila konversi telah dilakukan, maka tak ada cara untuk balik ke sistem lama. Apabila konversi langsung akan digunakan, aktivitas-aktivitas pengujian dan pelatihan yang dibahas sebelumnya akan mengambil peran yang sangat penting

  • Konversi paralel

Pada konversi ini, sistem baru dan sistem lama sama-sama dijalankan. Setelah melalui masa tertentu, jika sistem baru telah bisa diterima untuk menggantikan sistem lama, maka sistem lama segera dihentikan. Cara seperti ini merupakan pendekatan yang paling aman, tetapi merupakan cara yang paling mahal, karena pemakai harus menjalankan dua sistem sekaligus.

Konversi Paralel adalah suatu pendekatan dimana baik sistem lama  dan baru beroperasi secara serentak untuk beberapa periode waktu. Ia kebalikan dari konversi langsung. Dalam mode konversi paralel, output dari masing-masing sistem tersebut dibandingkan, dan perbedaannya direkonsiliasi.

Ketika proses konversi suatu sistem baru melibatkan operasi paralel, maka orang-orang pengembangan sistem harus merencanakan untuk melakukan peninjauan berkala dengan personel operasi dan pemakai untuk mengetahui kinerja sistem tersebut. Mereka harus menentukan tanggal atau waktu penerimaan dalam tempo yang wajar dan memutus sistem lama.

  • Konversi bertahap

Konversi dilakukan dengan menggantikan suatu bagian dari sistem lama dengan sistem baru. Jika terjadi sesuatu, bagian yang baru tersebut akan diganti kembali dengan yang lama. Jika tak terjadi masalah, modul-modul baru akan dipasangkan lagi untuk mengganti modul-modul lama yang lain. Dengan pendekatan seperti ini, akhirnya semua sistem lama akan tergantikan oleh sistem baru. Cara seperti ini lebih aman daripada konversi langsung.

Dengan metode Konversi Phase-in, sistem baru diimplementasikan beberapa kali, yang secara sedikit demi sedikit mengganti yang lama. Ia menghindarkan dari risiko yang ditimbulkan oleh konversi langsung dan memberikan waktu yang banyak kepada pemakai untuk mengasimilasi perubahan. Untuk menggunakan metode phase-in, sistem harus disegmentasi.

  • Konversi pilot

Pendekatan ini dilakukan dengan cara menerapkan sistem baru hanya pada lokasi tertentu yang diperlakukan sebagai pelopor. Jika konversi ini dianggap berhasil, maka akan diperluas ke tempat-tempat yang lain. Ini merupakan pendekatan dengan biaya dan risiko yang rendah.

Dengan metode Konversi Pilot, hanya sebagian dari organisasilah yang mencoba mengembangkan sistem baru. Kalau metode phase-in mensegmentasi sistem, sedangkan metode pilot mensegmentasi organisasi.

About these ads

~ by Hafez on 01/10/2012.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 634 other followers

%d bloggers like this: