Tips Lolos Penerimaan BUMN – Part 1

Pada setiap pengumuman lowongan kerja dari BUMN, ada beberapa persyaratan tertentu yang dicantumkan. Adapun kelengkapan administrasi seperti; surat kesanggupan penempatan, surat kesanggupan untuk tidak menikah dalam kurun waktu yang ditentukan, atau surat keterangan agregat institusi atau universitas dari pelamar, dll.

Dalam memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh institusi BUMN yang menyelenggarakan lowongan tersebut, maka sepatutnya kita sebagai pelamar untuk bersedia memenuhi syarat syarat yang ditentukan. Kelengkapan administrasi surat lamaran yang kita ajukan kepada pihak penyelenggara lowongan sangat berpengaruh terhadap peluang kelolosan kita untuk tahap test berikutnya.

Adapun beberapa test lanjutan yang akan dihadapkan kepada calon pegawai BUMN.

1. Test Intelejensi/Kemampuan dasar

Dalam tes intelejensi para peserta test dihadapkan berupa test pengetahuan umum, aritmatika dasar, test logika dan test gambar. Dalam setiap sub tes, para peserta test akan diberikan waktu yang telah ditentukan oleh pihak panitia untuk menjawab pertanyaan yang ada. Tips dalam menjawab pertanyaan pertanyaan yang ada, sebaiknya para peserta test menjawab dari bagian yang termudah menurut masing masing peserta. Usahakan jangan bimbang dalam memilih jawaban multiple choice yang disediakan agar tidak membuang waktu, apabila jawaban yang anda merasa benar adalah jawaban pertama, maka itu adalah jawabannya. Jangan sekali-kali merasa penasaran dengan soal tertentu, apapun jenis soar itu. Disiplinlah dengan alokasi waktu per soal. Ikuti aturan GBYL. Gak Bisa ? Ya Lewati. Rasa penasaran terhadap soal tertentu ini sangat merugikan. Rasa penasaran ini dapat ”mengusik” konsentrasi anda dalam mengerjakan soal-soal berikutnya. Jangan pilih kasih terhadap soal tertentu, semua soal adalah sama bobot nilainya. Oleh karena itu, setiap soal mendapatkan alokasi jatah waktu yang sama. Lakukanlah sugesti kepada diri Anda sendiri dengan penuh emosional sebelum berlangsungnya tes potensi akademik, dengan mengatakan kepada diri Anda “Aku Bisa”. Kalimat tersebut sangat powerful yang dapat membangkitkan seluruh kekuatan mental dan fikiran Anda untuk berhasil dalam tes tersebut.

2. Psikotes/Tes Psikologi

Tes ini bertujuan menilai kepribadian dan kecocokan calon pegawai dengan posisi pekerjaan yang dilamar. Tidak ada batasan waktu dalam mengerjakan psikotes, meskipun ada pembatasan waktu dalam pengerjaanya tergantung dengan sub tes yang diadakan oleh panitia penyelenggara. Adapun beberapa test yang meliputi psikotes adalah sebagai berikut.

Test Logika Aritmatika

  • Test ini terdiri atas deret angka, yang diukur dalam test ini adalah kemampuan analisa peserta test dalam memahami pola-pola untuk kemudian memprediksikan hal-hal lain berdasarkan pola tersebut. Tips dalam mengerjakan jangan terpaku pada deret hitung atau deret ukur perhitungan matematika saja yaitu jangan terpaku pada 3 -4 angka terdepan dalam deret namun adakalanya peserta test melihat deret secara keseluruhan karena pola bisa berupa urutan, pengelompokan berurutan maupun pengelompokan loncat. Ingat keterbatasan waktu. Jangan terlalu asyik dan terpaku hanya pada sebuah soal yang penasaran ingin anda pecahkan, lompati ke soal berikutnya karena terkadang soal di bawahnya lebih mudah dipecahkan dibandingkan soal sebelumnya.

Test Logika Penalaran

  • Test ini terdiri atas deret gambar baik 2 maupun 3 dimensi. Penilaian yang di ukur dalam test ini adalah kemapuan peserta test dalam memahami pola-pola dengan melakukan prediksi berdasarkan pola gambar tersebut. Tips dalam mengerjakan agar peserta test berhati-hati dan teliti dalam mengerjakan soal soal tersebut. Karena bentuk-bentuk yang ditawarkan hampir serupa walau tak sama.

Contoh soalnya seperti screenshot dibawah ini :

3. Test Analog Verbal (Analog Verbal Test)

  • Test ini biasanya terdiri atas 40 soal yang berisi sinonim/antonim/analog suatu kata. Sistem penilaian dalam test ini adalah kemampuan logika peserta test terhadap sebuah kondisi, untuk melihat sejauh mana peserta test memahami sebab-akibat suatu permasalahan. Tips dalam mengerjakan apabila peserta test bermasalah dengan konsentrasi dan logika, peserta test tersebut bisa mem-bypass-nya dengan menghafal soal dan jawaban. Karena beberapa kali penulis menghadapi test ini, soal yang diberikan relatif sama.

Contoh soal tes analog verbal:

boncel ><……
a. lugu d.besar
b. aneh e. kecil
c. bagus

Pola menjawab soal tes analog verbar seperti berikut ini:

boncel = kecil
jadi, antonim dari kecil adalah besar

Test Kraepelin/Pauli

  • Test ini terdiri atas gugusan angka angka yang tersusun secara membujur (atas-bawah) dalam bentuk lajur lajur. Para peserta test diminta untuk menjumlahkan dua angka yang berdekatan dalam waktu tertentu di setiap kolom dan menuliskan disampingnya. Yang dinilai dalam test ini adalah konsistensi, ketahanan, sikap terhadap tekanan, kemampuan daya penyesuaian diri, ketelitian sekaligus kecepatan dalam mengerjakan suatu pekerjaan. Tips dalam mengerjakan jangan sekalipun menggunakan pensil mekanis dalam test ini melainkan pensil biasa atau pulpen saja, karena test ini sangat terikat dengan waktu. Pensil mekanis membutuhkan di-reload ketika ujung granitnya habis, mekanisme ini membutuhkan waktu sekitar 0.5-1 detik. Apabila peserta test melakukan reload dalam 10 lajur berarti anda telah kehilangan waktu 5-10 detik. Usahakan jumlah angka yang dijumlahkan di masing-masing kolom stabil. Hasilnya akan lebih baik jika dibandingkan peserta test  memaksakan diri di awal test namun tergopoh-gopoh di pertengahan dan akhir test. Kendalikan diri anda untuk menghemat tenaga. Jangan sekalipun melakukan cheating terhadap waktu maupun hasil penjumlahan. Hal ini akan merugikan peserta test karena pada waktu cheating membutuhkan waktu sepersekian detik dan peserta akan kehilangan banyak waktu pada lajur lajur angka berikutnya. Pusatkanlah fokus pikiran dalam mengerjakan test ini, jangan memikirkan hal-hal lain seperti kejadian menggelikkan tadi malam bersama kekasih anda, atau memikirkan hal seperti seperti pembayaran cicilan kredit anda. Karena jika sedikit saja tidak fokus, hal ini akan mengganggu konsentrasi, sehingga dapat melambatkan pengisian angka dalam test.

Contoh tes kraepelin/pauli dapat Anda lihat seperti screnshot di bawah ini:

Dalam perngerjaannya, setiap test penerimaan karyawan baru BUMN ada baiknya para peserta menyiapkan diri dan pikiran.

Pada pembahasan berikutnya saya akan menyampaikan contoh contoh soal psikotes lainnya. Semoga bermanfaat.

Sumber :

Link1     Link2

~ by Hafez on 30/09/2012.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: