Tips Lolos Penerimaan BUMN – Part 3

Kali ini saya akan membahas tentang interview kerja/wawancara kerja. Dalam proses perekrutan tenaga kerja baru oleh sebuah perusahaan baik itu BUMN ataupun perusahaan swasta, wawancara kerja merupakan salah satu tahap yang harus Anda lalui. Biasanya proses wawancara ini meliputi wawancara HRD kemudian dilanjuti oleh wawancara User atau petinggi perusahaan yang Anda lamar, misalnya kepala direksi dan kepala bagian devisi tertentu. Pada umumnya wawancara kerja ini merupakan proses perekrutan tahap ke tiga setelah proses seleksi administrasi/surat lamaran dan berkas, kemudian dilanjutkan dengan psikotes (Tips Lolos Penerimaan BUMN – Part 2), dan setelah itu jika anda lulus akan dilanjuti dengan proses wawancara kerja atau interview. Proses menghadapi wawancara sering sekali begitu menegangkan bagi orang yang baru terjun dalam dunia kerja maupun yang sudah mempunyai pengalaman kerja.

Sebelum menghadapi intervie kerja/wawancara kerja, ada beberapa tips yang mungkin dapat membantu anda sebagai pelamar pekerjaan :

  • Pakailah pakian yang formal dan terlihat rapi; berwarna terang akan tetapi tidak norak. Pakaian dengan warna gelap akan berpengaruh negatif terhadap penilaian dari interviewer. Untuk pria dianjurkan untuk memakai lengan panjang dengan waran putih, biru langit atau dengan kemeja dengan motif bergaris. Bisa juga para pelamar pria memakai dasi. Dan jangan sekali kali memakai bawahan celana panjang berbahan jeans  karena akan dinilai tidak profesional. Untuk pelamar wanita bisa menggunakan blazer serta memakai make up yang tidak berlebihan/menor (kalau menor nanti dikiranya artis dangdut… hehehehe). Bawahan bisa memakai celana panjang berwarna gelap atau memakai rok sepantasnya.

Contoh Pakaian Formal :

  • Pelajari terlebih dahulu perusahaan yang akan mewawancarai anda.
  • Usahakan datang 30 menit lebih awal dari jadwal wawancara.
  • Jangan menjelekkan perusahaan anda sekarang atau yang dulu.
  • Jangan katakan anda berbohong harus ke dokter agar bisa datang untuk wawancara, katakan dengan jujur apa adanya
  • Usahakan menunjukkan perilaku terbaik sebelum dan sesudah wawancara. Resepsionis dan sekretaris atau pegawai lain yang bertemu dengan anda mungkin ikut memberikan kesan atau pendapat mereka tentang Anda.
  • Jangan menganggap pewawancara sudah membaca CV anda.
  • Jaga respon atau jawaban singkat dan padat. Jangan bertele-tele atau basa basi.
  • Pastikan jawaban anda mencerminkan kepribadian anda yang sebenarnya agar tidak terkesan palsu.
  • Ajukan beberapa pertanyaan misalnya tentang status kepegawaian, pelatihan atau prospek promosi.
  • Berjabat tanganlah dengan pewancara secara profesional setelah wawancara berakhir.

Berikut contoh-contoh pertanyaan khusus dalan wawancara untuk bidang perbankan, informatika, teknik sipil, eloktronika, hubungan masyarakat dan lain-lain seperti dikutip dari laman ggkarir :

  • Ceritakan, apa yang dimaksud dengan bank ?
  • Sebutkan dan jelaskan produk-produk perbankan yang anda ketahui.
  • 3. Jelaskan perbedaan deposito dengan tabungan.

Bidang Marketing

  • Apakah yang anda ketahui tentang marketing secara umum ? Dan marketing khusus untuk perbankan ?
  • Seandainya anda menjadi seorang petugas marketing, bagaimana cara anda mencari nasabah ?
  • Syarat-syarat apa saja yang ditetapkan oleh bank untuk mendapatkan pinjaman ?
  • Untuk memperkecil resiko kredit, maka permohonan kredit harus dinilai oleh bank. Jelaskan yang dimaksud dengan 5 C ?
  • Jelaskan apa yang dimaksud dengan f.e.o., dan gadai ?

Bidang Costumer Sevice (CS)

  • Sebutkan dan jelaskan tugas-tugas CS (Costumer Sevice) secara umum. Dan tugas-tugas CS di perbankan.
  • Bagaimana menurut anda sikap Costumer Sevice yang baik ?
  • Bagaimana sikap anda jika menghadapi nasabah yang banyak menuntut ?
  • Bagaimana sikap anda bila ada nasabah yang ingin menutup rekeningnya, padahal nasabah tersebut merupakan prime customer ?
  • Hal-hal apa saja menurut anda yang perlu dirahasiakan terhadap sesama karyawan maupun pihak lain ?
  • Sebutkan syarat-syarat untuk pembukaan rekening perorangan. Kemudian sebutkan untuk rekening perusahaan.
  • Bagaimana sikap anda saat atasan menegur anda ?

Bidang Teller

  • Sebutkan dan jelaskan tugas-tugas Teller.
  • Bagaimana menurut anda sikap Teller yang baik ?
  • Jelaskan perbedaan cek dengan BG.
  • Jelaskan ciri-ciri uang palsu.

Back Office Processing (BOP)

  • Sebutkan dan jelaskan perbedaan bank umum dengan bank perkreditan rakyat.
  • Jelaskan mengenai kliring.
  • Jelaskan perbedaan cek dengan BG.
  • Hal-hal apa saja menurut anda yang perlu dirahasiakan terhadap sesama karyawan maupun pihak lain ?

Pimpinan/Kepala CS atau Teller atau BOP

  • Seandainya anda menjadi pimpinan, ceritakan hal-hal apa saja yang anda lakukan bila ada karyawan baru yang menjadi bawahan anda.
  • Seandainya anda menjadi pimpinan, jelaskan apa yang akan anda lakukan jika bawahan anda malas dan tidak efisien.
  • Seandainya anda menjadi pimpinan, ceritakan tindakan-tindakan apa yang anda lakukan dalam membimbing, mengarahkan, dan memotivasi bawahan anda.
  • Seandainya anda menjadi pimpinan, bagaimana sikap anda bila ada bawahan yang sering terlambat ?

Pertanyaan wawancara yang menjebak 

Mengapa kami harus mempekerjakan Anda?

  • Ini peluang Anda untuk “menjual” diri Anda. Uraikan dengan singkat dan jelas kelebihan yang Anda miliki, kualifikasi Anda dan apa yang dapat Anda sumbangkan bagi perusahaan tersebut. Hati-hati , jangan memberikan jawaban yang terlalu umum. Hampir setiap orang mengatakan mereka merupakan seorang pekerja keras dan memiliki motivasi. Berikanlah jawaban yang memperlihatkan keunikan yang Anda miliki.

Mengapa tertarik bekerja di perusahaan ini?

  • Pertanyaan ini merupakan salah satu alat bagi si pewawancara untuk mengetahui apakah Anda mempersiapkan diri anda dengan baik. Jangan pernah datang untuk sebuah wawancara pekerjaan tanpa mengetahui latar belakang perusahaan. Dengan memiliki informasi yang cukup mengenai latar belakang perusahaan tersebut maka pertanyaan di atas memberikan kesempatan kepada Anda untuk memperlihatkan inisiatif, dan menunjukkan apakah pengalaman serta kualifikasi yang Anda miliki sepadan dengan posisi yang diperlukan.

Apa kelemahan utama Anda?

  • Rahasia dalam menjawab pertanyaan di atas adalah dengan berkata jujur mengenai kelemahan Anda, tapi jangan lupa menjelaskan bagaimana Anda mengubah kelemahan tersebut menjadi kelebihan. Misalnya, bila Anda memiliki masalah dengan perusahaan terdahulu, perlihatkan langkah yang Anda ambil. Hal ini memperlihatkan bahwa Anda memiliki kemampuan dalam mengenali aspek yang perlu diperbaiki dan inisiatif dalam memperbaiki diri Anda.

Mengapa berhenti dari perusahaan terdahulu?

  • Walaupun Anda berhenti dari pekerjaan terdahulu dengan cara yang tidak baik, Anda harus berhati-hati dalam memberikan jawaban. Usahakan untuk memberikan jawaban yang diplomatis. Bila Anda memberikan jawaban yang mengandung aspek negatif, kompensasikan jawaban tadi dengan jawaban yang positif. Bila anda mengeluhkan tentang pekerjaan terdahulu, maka hal ini tidak memberi poin apa-apa buat Anda.

Bagaimana Anda mengatasi masalah?

  • Tidak mudah memberikan jawaban bila Anda mendapatkan pertanyaan seperti di atas, terutama bila Anda baru lulus dan tidak memiliki pengalaman kerja. Pewawancara ingin melihat apakah Anda dapat berpikir kritis dan mengembangkan solusi tanpa melihat jenis permasalahan yang Anda hadapi, bahkan walaupun Anda tidak memiliki waktu yang cukup dalam mengatasi masalah yang dihadapi. Gambarkan langkah-langkah yang Anda lakukan dalam memprioritaskan pekerjaan. Hal ini memperlihatkan bahwa Anda bertanggungjawab dan tetap dapat berpikir jernih walaupun sedang menghadapi masalah.

Prestasi apa yang dibanggakan?

  • Rahasia dari pertanyaan di atas adalah dengan menyeleksi dan memilih secara spesifik prestasi yang berhubungan dengan posisi yang sedang ditawarkan. Walaupun Anda pernah menjuarai bola basket pada waktu kuliah, tetapi ini bukan merupakan sebuah jawaban yang diharapkan. Berikan jawaban yang lebih profesional dan lebih relevan. Pikirkan kualifikasi yang dibutuhkan oleh perusahaan tersebut dan kembangkan contoh yang memperlihatkan bagaimana Anda dapat memenuhi kebutuhan perusahaan.

Berapa gaji yang Anda harapkan?

  • Pertanyaan ini merupakan pertanyaan yang tersulit terutama bagi mereka yang tidak memiliki pengalaman kerja yang cukup.Yang perlu Anda lakukan sebelum wawancara adalah mencari tahu pasaran gaji untuk posisi yang ditawarkan agar Anda dapat memberikan jawaban atas pertanyaan ini. Beritahu pewawancara bahwa Anda terbuka untuk membicarakan mengenai kompensasi bila saatnya tiba. Bila terpaksa, berikan jawaban yang berupa kisaran angka, bukan angka tertentu.

Bisa ceritakan mengenai diri Anda?

  • Mungkin pertanyaan di atas tampaknya mudah tetapi pada kenyataannya tidaklah semudah yang Anda bayangkan. Yang pasti Anda harus menyadari bahwa pewawancara tidak tertarik untuk mengetahui apa yang Anda lakukan di akhir pekan ataupun dari daerah mana Anda berasal. Pewawancara berusaha mengetahui Anda secara profesional. Siapkan dua atau tiga poin mengenai diri Anda, baik pengalaman kerja maupun sasaran karir Anda dan tetap konsisten. Rangkum jawaban Anda dengan mengungkapkan keinginan Anda sebagai bagian dari perusahaan tersebut. Bila memiliki jawaban yang mantap maka hal ini dapat membawa Anda pada pembicaraan yang memperlihatkan kualifikasi Anda.

Menjawab Pertanyaan Mengenai Gaji Saat Wawancara Kerja

  • Negosiasi gaji ada pada sesi ini. Apa yang mesti dilakukan? Dalam proses wawancara, perusahaan akan mencari orang paling tepat atau paling mendekati sesuai ‘kebutuhan’ perusahaan. Seseorang diterima atau tidak bukan karena bodoh atau tidak bodoh, mampu atau tidak mampu. Paling utama adalah kandidat tersebut tepat atau tidak dengan kebutuhan perusahaan. Permintaan besarnya gaji juga menjadi pertimbangan apakah kandidat ini tepat atau tidak. Pembicaraan besaran gaji biasanya dilakukan di akhir wawancara. Perihal gaji ini, kandidat boleh saja menanyakan langsung mengenai plafon perusahaan, kira-kira berapa imbalan yang akan diterimanya jika sudah bekerja. Dengan kandidat mempertanyakan perihal tersebut, kandidat akan mudah mempertimbangkan nilai gaji yang diinginkan. Idealnya, seorang kandidat (berpengalaman kerja) telah memiliki standardisasi gaji. Semua dipertimbangkan sesuai kemampuan kerja dan referensi yang dimiliki, hingga bisa menentukan berapa minimal gaji yang seharusnya didapat. Kembali lagi, yang paling aman adalah menanyakan bujet yang ditawarkan untuk jabatan yang dilamar. Dalam menyampaikan gaji sesuai keinginan, kita juga harus mempertimbangkan kebutuhan kita untuk transportasi dan uang makan. Selain besaran gaji, bisa juga ditanya dengan rileks soal tunjangan yang bakal didapat selama bekerja. Misalkan, tunjangan kesehatan. Untuk permintaan tunjangan ini, kandidat berpengalaman kerja bisa bercermin dari perusahaan sebelumnya. Sebaliknya bagi yang belum perpengalaman, bisa tanya-tanya dulu soal poin-poin tunjangan yang biasanya diberikan perusahaan tersebut apa saja. Kandidat juga perlu memahami profile company perusahaan, karena ada perusahaan yang memang memberikan gaji tinggi dan ada yang memang standar gajinya kecil.

Semoga dengan adanya postingan ini bisa berguna dan membantu para pembaca yang sedang menjalani test penerimaan karyawan maupun yang sedang mencari pekerjaan.

Sumber :

Link1     Link2

Materi Tes BUMN

Materi tes dan latihan untuk ujian masuk BUMN. Sebenarnya bukan hanya untuk tes BUMN saja, tetapi bisa juga digunakan untuk materi tes mandiri, seperti TOEFL Preparation dan lain – lain.

Link :

Tambahan untuk soal soal psikotes, semoga bermanfaat :

~ by Hafez on 30/09/2012.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: